Kukayuh sepeda mini merah semangka ini dengan ragu. Akankah ibu menerima hasil raporku dengan antusias. Mengapa bisa begini? Kuingat-ingat lagi masa-masa sebelum ujian kenaikan kelas. Aku belajar dengan rutin, persis seperti yang dianjurkan ibu. Aku sangat suka belajar. Penggila buku. Sepertinya masih saja kurang. Padahal ibu sudah membeberkan cara menjadi juara 1 umum sempat menguping waktu ibu berkomentar bangga pada temannya yang sedang datang ke rumah kami. "Si Mia itu... baru kemarin buku-bukunya dibagikan guru, hari ini udah tamat semua dibacanya. Sampai lupa makan anak itu.""Taapii... kalau disuruh cuci piring, hmmh... susahnya minta ampun. Buku terus pegangannya." Aku tak tahu apakah bangga atau kesal karena tidak kubantu mencuci piring, hehe...Target dari Ibu Ilustrasi sepeda mini yang saya gunakan setiap hari ke sekolahAkhirnya sampai juga di rumah kami yang asri. Tangan dingin ibu menyulap rumah yang sebelumnya hanya bebatuan gersang, menjadi hijau dan elok dipandang mata. Ada suplir yang menjuntai cantik, ada pohon palem yang tak boleh kami robek, hehe... nakal ya tangannya suka iseng menjahili tanaman hias. Ada bunga bougenville dengan bunganya yang berwarna warni. Di jalan menuju teras ada sejenis saint paula yang berwarna merah tua di sisi kiri dan kanan, menambah asri taman kecil kami. Tentunya ada bunga-bunga mawar aneka jenis dan warna. Merah, pink, dan ibu romantis banget ya... pinter nanam mawar. Aku pernah mencoba menanam bunga ini di depan kamar kosku waktu kuliah di Jogja dulu. Membelinya pakai uang hasil memberi les privat, waktu membelinya kupilih yang kelopaknya lagi mekar-mekarnya. Ternyata salah, mestinya yang masih kuntum, jadi pas ibu datang, bunganya ingat, dulu belinya di penjual tanaman hias dadakan di bunderan UGM. Eh... tidak sampai seminggu kupelihara, bunganya layu dan tak berbunga lagi. Kecewanya aku... Padahal ketika itu ibu mau datang menengokku dari Medan. Gengsi tidak mau berkonsultasi sama ibu tentang bagaimana menanam dan merawat bunga mawar, waktu beliau datang aku dengan bangganya memamerkan mawar yang baru saja kubeli lagi. Apa komentarnya? "Ini pasti baru dibeli, kan... kamu kan gak bisa nanam bunga", hahaha... ketauan deh... Memang ya, seorang ibu pasti sangat hafal dengan anak-anaknya. Begitu pun di bidang pelajaran, tiap kami diberikan target untuk menjadi juara di kelas Nilainya SamaSesampainya di rumah kusandarkan sepeda ke dinding luar rumah. Dengan mata yang awas kucermati kalau-kalau ibu keluar menyambutku. Ups... ternyata memang benar. Sepertinya ibu sudah lama menanti kepulanganku dari sekolah. Dulu, untuk mengambil rapor akhir tahun tak perlu orang tua yang datang ke sekolah. Aku masuk ke dalam rumah dengan langkah satu-satu. "Eeeh...udah pulang anak Ibu. Gimana rapornya?" Deg! Aku kaget, tak menyangka kalau ibu sudah di depanku dan siap membuka laporan berisi nilai-nilai itu. Aku pasrah. Terserahlah ibu mau bilang apa. Yang penting selama ini aku sudah berusaha semampuku."Alhamdulillah... juara 1 umum lagi. Gitu dong, anak Ayah dan Ibu. Pinteeer... gak sia-sia kan selama ini Ibu suruh belajar, gak apa-apalah gak bantuin Ibu di dapur kalau bisa mempertahankan juara seperti ini". Huffhh...leganya aku. "Tapi, Bu... nilainya sama dengan juara 2, si Shinta, rival sekelasku. Aku jujur menyampaikan kenyataan ini."Kata Bu Guru karena untuk beberapa mata pelajaran kami sama-sama meraih nilai yang tinggi, akhirnya diumumkan juara satunya ada dua orang. Aku dan Shinta.", jelasku dengan terburu-buru. Meski ketika dihitung total skor secara keseluruhan di angkatan kami, nilaiku yang ya, aneh sekali. Masa' sih dalam satu kelas ada dua orang yang nilainya sama persis. Soal kehadiran, aku tanpa absen sama sekali. Kerapian seragam, wuih... hasil setrikaan ibu tiada bandingannya, licin rapi dan wangi."Kan... apa Ibu bilang, memang kamu itu kalau belajar... bla... bla... bla..." omel ibu padaku yang langsung lari ke kamar tidur. Aku sudah menyangka pasti begini. Ibu sangat perfeksionis. Ia akan marah kalau anak-anaknya tidak bisa meraih nilai sempurna. Padahal baru sekali ini terjadi yang begini. Cuma nilai yang sama, juara 1 umum tetap di tanganku. Wah, apalagi kalau sampai rangkingku turun jadi rangking dua? Pasti aku tak berani pulang ke rumah. Itulah ibuku. Ibu kami lima bersaudara. Tak hanya padaku ia bersikap tegas kalau soal meraih prestasi belajar. Pada Dila dan Kiki adikku yang nomor 3 dan 5 juga demikian. Alhamdulillah kami selalu langganan juara dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD. Meski dari kelas 3-6 SD aku pindah ke SD lain karena orang tua pindah terus sampai berlanjut di SMP dan SMA. Berkat motivasi yang tinggi dari seorang ibu hebat kami itu, dunia sekolahku tak pernah sepi dari prestasi. Namun saat aku menjadi ibu, cenderung tidak memaksakan anak-anak kami harus meraih ranking satu. Aku dan suami lebih menekankan agar anak mencintai proses sekolah anak-anak tidak lagi memberlakukan perangkingan, sehingga anak dapat belajar tanpa tekanan. Andaikan saat sekolah dulu sekolah saya sudah menerapkan sistem pembelajaran tanpa ranking, pastinya lebih menyenangkan. Tak perlu ada persaingan, karena setiap anak adalah bintang. Allah SWT mengaruniakan macam-macam kecerdasan, tidak melulu kecerdasan secara kognitif akademik. Hal terpenting ketika saya menjadi pendidik, penguasaan softskill bagi siswa dan mahasiswa. Bagaimana adabnya ketika berhadapan dengan orang lain, penyelesaian masalah, dan kemampuan berpikir karena artikel ini saya posting ulang dalam rangka membenahi artikel lama, baiklah saya bagikan juga cara menjadi juara 1 umum di Menjadi Juara 1 Umum Berdasarkan pengalaman saya saat sekolah dahulu, berikut cara menjadi juara 1 umum di sekolah, untuk semua tingkatan, baik SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Meski di universitas tidak bisa disamakan dengan sekolah menengah karena sistem pembelajarannya yang Ciptakan atmosfer orang-orang yang berprestasiTeman-teman yang rajin belajar, selalu bersemangat menyambut tugas dari guru layak dijadikan kawan berdiskusi. Hindari teman-teman yang malas dan lebih banyak mengeluh jika guru memberikan tugas. Karena akan memengaruhi motivasi dan semangat Miliki mata pelajaran unggulanKamu kurang menonjol di mata pelajaran Matematika? Tenang, tidak kiamat kok. Masih ada belasan pelajaran lainnya yang bisa kamu taklukkan. Seperti saya yang nilai berhitungnya 7-8 tidak 10 atau nilai sempurna, namun kalau pelajaran Bahasa Indonesia, sudah pasti saya bintangnya. Kuasai pelajaran yang diujikan secara nasional terlebih untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Sehingga sedari duduk di bangku sekolah sudah mempersiapkan modal ilmiah berupa nilai mata pelajaran unggulan, mental yang kuat, dan siap untuk menyongsong ujian Mengumpulkan tugas tepat waktuGuru paling senang dengan siswa yang selalu mengumpulkan tugas-tugasnya tepat waktu. Selain menaati arahan dan bimbingan darinya, guru juga merasa pengajarannya dinilai efektif diserap oleh siswa. Poin inilah yang menjadi salah satu komponen penilaian guru dan menjadi cara menjadi juara 1 Belajar untuk persiapan ujian sejak jauh-jauh hariAyo... siapa yang suka belajar dengan SKS Sistem Kebut Semalam? Memplesetkan kepanjangan yang semestinya yaitu Sistem Kredit Semester di level perguruan tinggi, SKS yang dimaksud di sini belajarnya dadakan H-1 belajar untuk persiapan ujian sejak jauh-jauh hari, jangan mepet banget satu hari sebelum ujian. Pastinya materi pelajaran banyak sekali, sehingga jika dikebut semuanya di malam sebelum ujian, pastinya tidak optimal. Yang ada malah lelah dan bisa-bisa stres karena khawatir tidak dapat menguasai keseluruhan Sesuaikan profil kamu menjadi sang juara 1 umumJika kamu ingin menjadi juara 1 umum, ada baiknya mencocokkan profil diri memang layak menjadi siswa berprestasi secara akademik. Seorang yang juara tidak melakukan hal-hal yang dilarang seperti menyontek, bolos, telat datang ke sekolah, teledor dalam menyetorkan tugas, dan hal tidak pantas menjadi juara 1 umum dari pengalaman saya waktu SD dulu yaitu, ciptakan atmosfer orang-orang yang berprestasi, miliki pelajaran yang unggul, mengumpulkan tugas tepat waktu, belajar untuk persiapan ujian sejak jauh-jauh hari, dan jangan lupa menyesuaikan profil kamu dengan sang juara 1 umum yang membanggakan kedua orang artikel saya kali ini, kenangan tentang masa-masa bagi raport saat SD dahulu dan cara menjadi juara 1 umum. Jika ada yang ingin kamu bagikan, silakan tinggalkan komentar di bawah ini ya, terima
DenganKekuatan 100% Atlit Binaan Sendiri, Aceh Tengah Juara II Umum Balap Sepeda 10/21/2021 oleh ACEH-LintasGAYO.co : Hari ini, Kamis 21 Oktober 2021, seluruh rangkaian pertandingan cabang olahraga balap sepeda, Pra Pora III resmi berakhir dengan meloloskan 12 kabupaten untuk bertanding kembali di Pekan Olahraga Aceh 2022. PermasalahanAdakah perbedaan makna kata juara dan pemenang?PenjelasanUntuk mengetahui jawaban pertanyaan itu, kita perlu mengetahui makna kedua kata regu yang mendapat kemenangan dalam pertandingan terakhir'ahli; terpandai dalam suatu pelajaran dan sebagainya''pendekar; jagoan''pengatur dan pelerai dalam persabungan ayam''pemimpin peralatan pesta dan sebagainya'pemenang'orang pihak yang menang'Kata pemenang dapat dipakai untuk menyatakan orang terpandai di kelas. Misalnya, "Didi adalah juara I di kelasnya", tetapi tidak pernah dikatakan "Didi adalah pemenang I di kelasnya".Sebaliknya, kata juara dipakai untuk orang atau regu yang menang bertanding atau berlomba ataupun orang terhebat dalam sesuatu pelajaran dan sebagainya. Namun, kata juara tidak dipakai untuk menyebut orang yang memenangi undian. Misalnya, "Dia pemenang I undian terhadian" itu, tetapi tidak pernah dikatakan "Dia juara pertama undian berhadiah itu".Sumber Buku Praktis Bahasa Indoneisa Sepertidilansier ANTARA, dalam ASEAN Para Games ke-11 yang diikuti lebih dari 1.000 atlet dari 11 negara yang berkompetisi pada 14 cabang olahraga, tuan rumah Indonesia tampil sebagai juara umum dengan mengumpulkan Sosiologi Info – Berikut pembahasan soal Apakah persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara I dengan Juara 3 pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3 pada Kegiatan 1?.Inilah ulasan untuk kunci Jawaban Cerdas Cergas Berbahasa dan Sastra Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 119 Kegiatan 2, kurikulum merdeka. Mari simak penjelasan dan pembahasan yang tertera di bawah ini dengan saksama ya adik-adik. Seperti yang dilansir dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Sastra penyelia penerbitan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Pusat Perbukuan tahun sebelum memperhatikan jawaban alternatif yang telah disajikan, disarankan bagi adik-adik terlebih dahulu dengan menjawab soal sesuai dengan pemahaman adik-adik tugas tersebut berdasarkan kadar kemampuan adik-adik sekalian. Setelah selesai menjawab soal sekalian bisa menambahkan referensinya atau membandingkan hasil jawaban yang telah dicoba tersebut apakah sudah sesuai ataupun menjurus kepada hal yang adik-adik ketahui bahwa jawaban alternatif yang disajikan ini hanya sebagai tambahan dalam pembelajaran. Jadi adik-adik bisa mengambil apa yang kurang dalam pembelajaran tersebut agar pemahaman adik-adik semakin ini tentunya tidaklah mutlak benar 100 persen, silakan adik-adik mencari jawaban relevan kesempatan kali ini adik adik akan belajar membahas materi pembelajaran di BAB 4 Menulis Puisi yang Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk materi materi pembelajaran yang ada meliputi bagian A. Menemukan tema dan pesan dalam cerpen yang menginspirasikan penggubahan B. Mengenal Unsur Unsur Puisi, bagian C. Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen, bagian D. Mempersiapkan Musikalisasi Puisi. Bagian E. Jurnal Membaca, dan F. Refleksi Kegiatan Pembelajaran BAB 4. Dimana pada bab ini adik adik akan mempelajari tema dan pesan yang terkandung di dalam proses khususnya cerpen. Adik adik juga akan mempelajari unsur pembangun puisi. Selanjutnya adik adik juga akan berlatih membuat karya sastra puisi menggunakan tema dan pesan yang terkandung dalam cerpen. Terakhir akan mempelajari tahap tahap persiapan melakukan pertunjukan musikalisasi puisi yang merupakan salah satu bentuk apresiasi puisi. Nah pada kesempatan kali ini adik adik akan membahas materi pada bagian Bagian D. Mempersiapkan Musikalisasi perlu diingat ya adik adik, jawaban alternatif yang disajikan tim redaksi tidaklah menjadi jawaban yang mutlak agar adik adik menjawab terlebih dahulu soal pertanyaan tersebut, jawablah dengan kemampuan sendiri dulu baru adik adik sandingkan jawaban yang telah disajikan dalam pembahasan di bawah ini dan membaca nya sebagai bahan referensi. Adik adik dalam materi pembelajaran bagian D musikalisasi puisi menggabungkan musik dengan puisi. Tambahan komponen musik pada pembawaan puisi akan membantu para penikmat puisi. Musik dapat memperkuat imaji auditif. Musik juga dapat memperkuat unsur nada dan suasana pada puisi yang akhirnya dapat membantu penikmat puisi memahami perasaan penyair. Tentu saja hal ini membuat puisi lebih dapat dinikmati, dipahami, maupun diapresiasi. Mari simak soal dan jawaban dari kegiatan 2 menjawab pertanyaan mengenai musikalisasi simak pembahasan Kunci Jawaban Cerdas Cergas Berbahasa dan Sastra Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 119 Kegiatan 2, kurikulum merdeka di bawah ini. Apakah persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara I dengan Juara 3 pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3 pada Kegiatan 1?Berikut soal dan jawabannyaKegiatan 2 Menjawab pertanyaan mengenai musikalisasi puisiSetelah menyimak musikalisasi puisi pada Kegiatan 1, jawablah pertanyaan berikut secara berkelompok 4-5 siswa.Apakah persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara I dengan Juara 3 pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3 pada Kegiatan 1?Jawabannya, yaitu Persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara 1 dan Juara 3 adalah persamaanya adalah kedua musikalisasi tersebut dibawakan oleh 2 orang pemain. Selain itu musikalisasi tersebut dilakukan pada tahun 2020 saat pandemi, jadi pemain sama-sama menggunakan masker. Perbedaannya, pada musikalisasi puisi “Interlude Perjalanan” karya Wayan Jengki Sunarta, mereka menggunakan musik gitar listrik, kostum yang senada dengan suasana semi formal. Nada dari musikalisasinya menggunakan nada yang serius. Sedangkan puisi Juara 3 musikalisasi puisi “Melipat Jarak” karya Sapardi Djoko Damono, mereka menggunakan musik yang digunakan senada, suasana yang kasual di antara para pemain, serta nada yang riang itulah jawaban dari soal Apakah persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara I dengan Juara 3 pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3 pada Kegiatan 1 ?.Buku pembelajaran Cerdas Cergas Berbahasa dan Sastra Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 119 Kegiatan 2, kurikulum merdeka. Seperti yang dilansir dari buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Sastra penyelia penerbitan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Pusat Perbukuan tahun 1. Jawaban tersebut tidaklah menjadi kunci jawaban yang mutlak benar 100 Silakan adik-adik mencari jawaban relevan lainnya sesuai pertanyaan tugas yang diberikan Tambahkan lagi referensi bacaan agar dapat memperkaya pemahaman adik-adik dalam proses Silakan adik-adik mengembangkan jawaban agar lebih menguatkan argumen terkait jawaban yang dibutuhkan. UINAlauddin Online - UIN Alauddin Makassar berhasil meraih juara umum II dalam pelaksanaan Pekan Olahraga, Riset dan Ornamen Seni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se- Indonesia Timur (POROS INTIM) tahun 2021. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual atau dalam jaringan selama empat hari terhitung 1 hingga 4 Oktober kemarin. SebagaiStrata untuk Pemenang 22 Februari 2019 Opini Dibaca 2455 kali Juara Yang Bukan Juara Kurangnya Apresiasi Pada Juara 1 Foto Iconfinder Kebiasaan masyarakat memang untuk memberikan seabrek titel juara. Juara 1, 2, 3, belum lagi juara harapan dan juara favorit. Seakan titel tersebut harus dibagi rata agar "semua kebagian". - Lagi-lagi kuliah menyadarkanku. Kali ini tentang alasan kenapa negeri ini kurang maju dibandingkan negara lain. Kompetitif. Walaupun tes masuk sekolah negeri dan tes ASN juga begitu kompetitif, tapi nyatanya untuk perlombaan tertentu bangsa ini masih terlalu ramah untuk “membagi pemenang”. Juara 1 bukan hal yang terlalu penting, karena ada juara 2 dan juara 3. Bahkan jika diperhatikan dalam tangga para pemenang, juara 2 diposisikan sejajar dengan juara 3. Jadi di mana hirarkinya? Di mana kebanggaannya? Belum lagi ada Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3. Seakan negeri ini tak beranjak juga dari kesalahan karena terlalu “mengharap”. Oh, istilah harapan sendiri juga tereduksi maknanya akibat pencatutannya dengan romansa-romansa yang tidak dewasa. Oh iya, belum lagi juara favorit. Duh, terus bedanya juara 1 sama juara favorit itu apa? Berbicara mengenai juara 1, 2, dan 3, aku masih terpikir oleh ajang pencarian bakat di TV nasional. Betapa banyak obrolan “juara 1 itu cuma juara di kompetisi, malah juara aslinya itu juara 2 atau 3 yang lebih terkenal lagu-lagunya”. Betapa kurang apresiasinya masyarakat kita ini pada juara 1. Coba bandingkan dengan negara lain di mana hal yang utama adalah menjadi yang kesatu. Tidak ada istilah pemenang kedua dan ketiga. Hal receh seperti strata pemenang itu sedikit-banyak cukup mengasyikkan ketika dihubungkan dengan konteks yang ada di negeri ini bukan? Penulis Anita FitriyaniTAG satire sosial BACA JUGAIndonesiaberhasil mematahkan mitos karena di lima penyelenggaraan terakhir, tidak ada tuan rumah yang berhasil menjadi juara umum ASEAN Para Games. "Di lima APG encouragement winner ExplanationEhm.. ehm.. usul aja nih Pak, karena ini tipikal Indonesia yang setahu saya ada tiga kategori maksudnya untuk membedakan ketiga kategori tersebut Panitia memilih Juara I, II, dan III Juara Harapan I, II, dan III Juara Hiburan I, II, dan III mungkin ada lagi terusannya Contoh first place encouragement winner, second place encouragement winner, third place encouragement winner Putrabungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep tak menampik bahwa dia bersedia menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kasian Persis Solo, Kalau Juara Dikata-katain. Budi Arista Romadhoni Senin, 13 Pemain Madura United, Lulinha, berhasil mencetak 3 gol debutnya dan mencatatkan sejarah baru di BRI Liga 1 2022 Berakhir sudah gelaran Polytron Walikota Cup Solo 2023. Pada babak final yang diselenggarakan di GOR Sritex A dan Sritex B, Sabtu 10/6/2023, 26 kampiun dari 26 kategori yang dipertandingkan berhasil menjejakkan kaki di podium tertinggi. PB Djarum menjadi klub dengan atlet terbanyak yang meraih gelar juara. Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf, bersyukur kejuaraan yang diikuti atlet dari 225 klub yang tersebar di seluruh Indonesia berjalan lancar dan melahirkan juara yang diharapkan kelak menjadi tulang punggung kejayaan bulutangkis Indonesia di panggung dunia. “Dari pelaksanaan acara sejak hari pertama hingga babak final, saya melihat banyak sekali atlet-atlet potensial dengan bakat dan teknik yang cukup baik yang berlaga dalam kejuaraan ini. Dengan nilai-nilai kompetitif dan persaingan yang ketat ini, saya berharap kelak para juara Polytron Walikota Cup Solo 2023 dan secara umum para atlet yang terjun di ajang ini dapat menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa di level dunia,” ujar Basri Yusuf. baca juga Pebulutangkis Siap Perebutkan Gelar Juara Polytron Walikota Cup Solo 2023 Djarum Foundation Dan Eagle Dukung Atlet SOIna Yang Berlaga Di Berlin Tips Dan Trik Agar Tampil Maksimal Di Hadapan Tim Pencari Bakat PB Djarum Hal senada juga diutarakan oleh Zemmy Iskandar selaku Associate General Manager Polytron. Selain memberikan selamat kepada para pemenang Polytron Walikota Cup Solo 2023, ia juga berharap melalui kejuaraan yang juga didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini, para atlet tidak berpuas diri dan mengevaluasi penampilan mereka kala berlaga di atas lapangan. “Karena, jalan untuk menjadi juara dunia masih sangat panjang. Kami berpesan, jadikanlah kejuaraan ini sebagai pondasi atau pijakan untuk meraih gelar-gelar juara yang lebih tinggi lagi. Teruslah kembangkan diri dan kemampuan agar Indonesia semakin digdaya di kancah bulutangkis dunia,” bilang Zemmy. Sementara itu, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengapresiasi para atlet yang telah memberikan penampilan terbaik di lapangan, sehingga membawa PB Djarum menjadi klub dengan atlet terbanyak yang meraih gelar juara pada ajang ini. Total, klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah tersebut membawa 12 gelar juara sehingga berhak menyandang status sebagai juara umum. “Kami bersyukur dapat meraih gelar juara di berbagai kelompok usia, baik putra dan putri. Hal ini merupakan buah dari proses pembibitan dan regenerasi yang konsisten dilakukan oleh PB Djarum. Salah satunya dengan menyelenggarakan proses seleksi melalui Audisi Umum PB Djarum. Torehan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan seperti ini yang membuat kami semakin yakin untuk kembali menyelenggarakan Audisi Umum yang akan dilaksanakan awal Juli mendatang,” ucap Yoppy. Salah satu atlet jebolan Audisi Umum PB Djarum yang berhasil meraih podium tertinggi pada kejuaraan Polytron Walikota Cup Solo 2023 ialah Radithya Bayu Wardana yang turun pada nomor Tunggal Remaja Putra U17. Radithya merupakan rekrutan Audisi Umum tahun 2018. Di babak final, Radithya duel dengan rekan satu klubnya yakni Yarits Al Kaaf Rengganingtyas. Unggul mudah di gim pertama, Radithya sempat tertinggal poin di gim kedua hingga akhirnya meraih kemenangan dengan skor akhir 21-14, 22-20.