Chairil Anwar lahir pada 26 Juli 1922 di Medan. Dia hanya mengenyam manis getirnya hidup selama hampir 27 tahun. Pasalnya, ia berpulang pada 28 April 1949, akibat sakit TBC yang menggerogoti paru-parunya. Namun, nama Chairil sangat dikenang. Penyair berjuluk "Binatang Jalang" ini menjadi pelopor Angkatan '45 dan puisi modern di Indonesia.
DALAM PUISI SENJA DI PELABUHAN KECIL. KARYA CHAIRIL ANWAR. oleh. Iim Sobandi, M.Pd. Abstrak. Pandangan pendekatan mimetik ini adalah adanya anggapan bahwa puisi merupakan tiruan alam atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia di semesta raya ini. Sasaran yang dieliti adalah sejauh mana puisi merepresentasikan dunia nyata atau sernesta dan Teks Puisi Aku. Berikut teks puisi āAkuā Karya Chairil Anwar. AKU. Kalau sampai waktuku āKu mau tak seorangākan merayu Tidak juga kau. Tak perlu sedu sedan itu. Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang. Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri
Selamat Tinggal.!! (Chairil Anwar) Pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang puisi karya Chairil Anwar. Puisi ini berjudul āSelamat Tinggalā. Semoga pembahasan ini dapat berguna bagi siapapun. Sajak ini merupakan instropeksi kepada diri sendiri. Si aku melihat dirinya sendiri di depan cermin. Ternyata mukanya penuh luka, yaitu
Puisi āDoaā karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang ketuhanan. Hal ini dapat kita rasakan dari beberapa bukti. Pertama, diksi yang digunakan sangat kentaldengan kata-kata bernaka ketuhanan. Kata āduaā yang digunakan sebagai judul menggambarkan sebuah permohonan atau komunikasi seorang penyair dengan Sang Pencipta.Pertanyaan. Perhatikan puisi berikut! DOA Karya Chairil Anwar Kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu-Mu akumengetuk Aku tidak bisa berpaling Amanat puisi di atas adalah.Penikmat sastra pasti telah katam dengan puisi-puisi Chairil Anwar, bagaimana tidak, tiap butir kata dalam puisi Chairil mengandung amanat yang begitu kompleks dan bermakna. āAKUā Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus Ada juga versi lain seperti yang pernah ditunjukkan oleh siswa saya ketika memusikalisasi puisi Doa dengan menggunakan lagu "Untukmu Selamanya" dari Band Ungu dan puisi Aku dengan menggunakan lagu "Hidupku Kan Damaikan Hatimu" dari Caffein (Lihat video-nya klik "Doa" dan "Aku"). Berikut adalah contoh chord gitar dari lagu Balikin (SLANK
Aku (poem) " Aku " (meaning " Me ") is a 1943 Indonesian-language poem by Chairil Anwar. It reflects his individualistic nature and vitality. Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya yang terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang