MakalahAnalisis Swot Dalam Pendidikan - Jika analisis SWOT digunakan pada pendidikan maka dimungkinkan bagi sebuah sekolah untuk mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh mengenai situasi sekolah itu sendiri baik dalam hubungannya dengan masyarakat lembaga-lembaga pendidikan yang lain dan lapangan industri yang akan dimasuki oleh para siswanya bahkanBAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang MasalahPendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah. Karenanya pendidikan harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yaitu di bangunnya suatu lembaga-lembaga pendidikan. Di situlah kita mengenyam suatu penddidikan yang sesuai dengan kemampuan kita. Lembaga pendidikan bukan hanya lembaga pendidikan formal saja melainkan pendidikan Non formal dan Informal. Lembaga formal tertuju pada pendidikan di sekolah, kalau lembaga non formal tertuju pada pendidikan di luar lembaga formal, maksudnya pendidikan di lakukan di luar sekolah, dan pada pendidikan informal yaitu tertuju kepada pendidikan lingkungan dan keluarga. Untuk lebih jelasnya tentang macam-macam lembaga ini, penulis membahas tentang macam-macam lembaga pendidikan. Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara pendidikan adalah terwujudnya manusia ideal atau manusia yang dicita-citakan sesuai nilai-nilai dan norma-norma yang dianut. Contoh manusia ideal yang menjadi tujuan pendidikan tersebut antara lain manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, terampil, dst. Sebab itu, pendidikan bersifat normatif dan mesti dapat dipertanggungjawabkan. Mengingat hal di atas, pendidikan tidak boleh dilaksanakan secara sembarang, melainkan harus dilaksanakan secara Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan lembaga pendidikan?2. Bagaimana macan-macam lembaga pendidikan ?3. Apa yang dimaksud dengan manajemen pendidikan?4. Bagaimana prinsip- prinsip Manajemen pendidikan?5. Bagaimana fungsi Manajemen Pendidikan?C. Tujuan PenelitianDengan rmusan masalah di atas maka di harapkandapat mengetahui dan memahami hal-hal yang erkaitan dengan lembaga dan manajemen pendidikannya yakni 1. Mengetahui tentang pengertian lembaga Mengetahui macam-macam lembaga Mengetahui tentang pengertian manajemen Mengetahui prinsip-prinsip manajemen Mengetahui fungsi manajemen IIPEMBAHASANA. Pengertian Lembaga Pendidikan“Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.Hasbullah 1999”Telah sedikit disinggung di bagian terdahulu bahwa lembaga pendidikan adalah badan atau instansi baik negri maupun swasta yang melaksanakan kegiatan mendidik. Dengan kata lain lembaga pendidikan adalah badan atau instansi yang menyelenggarakan usaha pendidikan. Dengan pengertian ini maka yang dimaksud dengan lembaga pendidikan bukan hanya lembaga-lembaga formal yang berbentuk sekolah saja, tetapi juga lembaga lain seperti kursus resmi, kursus privat, dan lain-lain yang mempunyai ciri adanya kegiatan belajar. Di Indonesia ini terdapat banyak sekali lembaga pendidikan dengan tujuan, kurikulum dan lulusan yang berbeda-beda. Namun secara umum diketahui bahwa dalam lembaga pendidikan selalu terdapat komponen-komponen penting yang menentukan keberhasilan lembaga adalah1. Komponen Komponen Komponen Komponenn sarana dan Komponen pengelola. B. Macam-macam Lembaga Pendidikan 1. Lembaga Pendidikan FormalPendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Lembaga pendidikan di sekolah, adalah suatu lembaga pendidikan dimana dalam tempat tersebut diadakan kegiatan pendidikan yang secara teratur, sistematis, mempunyai tanggung jawab perpanjangan dalam kurun waktu tertentu, berlangsung mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, dilaksanakan berdasarkan aturan resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Di Indonesia ada tiga lemabga pendidikan yang diidentikkan sebagai lembaga pendidikan Islam, yaitu pesantren, madrasah, dan sekolah milik organisasi islam dalam setiap jenis dan jenjang yang ada. Manajer sekolah adalah pemimpin yang berhubungan langsung dengan sekolah. Ia adalah panglima pengawal pendidikan yang melaksankan fungsi kontrol berbagai pola kegiatan pengajaran dan pendidikan di dalamnya. suksesnya sebuah sekolah tergantung pada sejauhmana pelaksanaan misi yang dibebankan diatas pundaknya, kepribadian dan kemampuannya dalam bergaul dengan unsur-unsur masyarakat. Oleh sebab itu, kepala sekolah harus berupaya mewujudkan kondisi sosial yang mendukung kegiatan sekolah. Demi suksesnya dalam mengemban berbagai beban dan tugas, maka ia harus memiliki beberapa sifat berkaitan dengan kepribadiannya dan profesinya. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, merupakan perangkat yang berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warga negara. Sekolah dikelola secara formal, hierarkis, dan kronologis yang berhaluan pada falsafah dan tujuan pendidikan nasional. 2. Lembaga NonformalLembaga Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lembaga pendidikan nonformal adalah lembaga pendidikan yang disediakan bagi warga Negara yang tidak sempat mengikuti atau menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal. Pendidikan nonformal semakin berkembang, hal ini karena didorong oleh beberapa factor, diantaranya a. Semakin banyaknya jumlah angkatan muda yang tidak dapat melanjutkan Lapangan kerja, khususnya sector swasta mengalami perkembangan cukup pesat dan lebih dibandingkan perkembangan sector nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang kata lain, pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik melalui pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan kerampilan dan pelatihan kerja, serta pendidikan lainnya. Mengenai pendidikan non-formal ini dijelaskan dalam UU No 20 thn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional , pasal 26 ayat 4 satuan pendidikan non-formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim serta satuan pendidikan yang sejenis, ayat 5 Kursus dan Pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/ atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyelenggaraan pendidikannon formal ini tidak terikat oleh jam pelajaran sekolah, dan tidak ada penjejangan sehingga dapat dilaksanakan kapan saja dan dinama saja; dan tergantung kepada kesempatan yang dimiliki oleh para anggota masyarakat dan para penyelenggara pendidikan agama Islam pada masyarakat itu ciri-ciri pendidikan nonformal tersebut adalah sebagai berikut Pendidikan berlangsung dalam lingkunagan masyarakat. Guru adalah fasilitator yang diperlukan. Tidak adanya pembatasan usia. Materi pelajaran praktis disesuaikan dengan kebutuhan pragmatis. Waktu pendidikan singkat dan padat materi. Memiliki manajemen yang terpaddu dan terarah. Pembelajaran bertujuan membekali peserta dengan keterampilan khusus untukpersiapan diri dalam dunia Lembaga pendidikan InformalPendidikan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Dengan kata lain, lembaga pendidikan informal adalah sebuah lembaga pendidikan yang ruang lingkupnya lebih terarah pada keluarga dan masyarakat. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. jika dikatakan lingkungan yang utama karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak dalam tua atau ayah dan ibu memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Sejak seorang lahir, ibunyalah yang selalu ada disampingnya. Oleh karena itu ia meniru peran ibunya dan biasanya seorang anak lebih cinta kepada ibunya apabila ibu itu menjalankan tugasnya dengan baik. Apapun yang dilakukan ibu dapat dimanfaatkannya, kecuali apabila ia ditinggalkan dengan memahami dengan segala sesuatu yang terkandung didalam hati anaknya, jika anak telah mulai agak besar, disertai kasih sayang dapatlah ibu mengambil hati anaknya untuk tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi . Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak. . Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi nilai-nilai spiritual. . Tanggung jawab sosial. . Memelihara dan membesarkan anak. .Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak tersebut. Ciri- ciri pendidikan informal adalah ; Pendidikan berlangsung terus-menerus tanpa mengenal tempat dan waktu. Guru adalah orang tua. Tidak adanya manajemen yang Pengertian Manajemen PendidikanPengertian Manajemen Pendidikan ini diterapkan pada usaha pendidikan maka sudah termuat hal-hal yang menjadi objek pengelolaan atau pengaturan. Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan adalah sebagai berikut “Manajemen Pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan”.Dengan menerapkan definisi tersebut pada usaha pendidikan yang terjadi dalam sebuah organisasi, maka definisi Manajemen Pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut “Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien”. Menurut Consortium on Renewing Education Murphy dan Louis, ed. 1999515 Sekolah lembaga pendidikan mempunyai lima bentuk modal yang perlu dikelola untuk keberhasilan pendidikan yaitu Integrative capital modal integrative Human capital modal manusia Financial capital modal keuangan Social capital modal social Political capital modal politik Modal integratif adalah modal yang berkaitan dengan pengintegrasian empat modal lainnya untuk dapat dimanfaatkan bagi pencapaian program/tujuan pendidikan. Modal manusia adalah sumberdaya manusia yang kemampuan untuk menggunakan pengetahuan bagi kepentingan proses pendidikan/pembelajaran. Modal keuangan adalah dana yang diperlukan untuk menjalankan dan memperbaiki proses pendidikan. Modal sosial adalah ikatan kepercayaan dan kebiasaan yang menggambarkan sekolah sebagai komunitas. Modal politik adalah dasar otoritas legal yang dimiliki untuk melakukan proses pendidikan/pembelajaran. D. Prinsip Manajemen Pendidikan 1. Prinsip – prinsip Manajemen pendidikan adalah Prinsip Manajemen Pendidikan yang berorientasi pada tujuan, dengan menetapkan tujuan – tujuan yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari pelajaran. Prinsip Manajemen pada efisiensi dan efektifitas dalam pengunaan dana, daya, dan waktu dalam mencapai tujuan pendidikan. Prinsip Manajemen pendidikan pada fleksibilitas program, dalam pelaksanaan, suatu program hendaknya mempertimbangkan faktor – faktor ekosistem dan kemampuan penyediaan fasilitas yang menunjang. Prinsip kontinuitas, dengan menyiapkan peserta didikagar mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Prinsip pendidikan seumur hidup, yang memandang bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi harus dilanjutkan dalam keluarga dan masyarakat. Jadi peserta didik perlu memiliki kemampuan belajar sebagai persiapan belajar di masyarakat. Prinsip relevansi, suatu pendidikn akan bermakna apabila kurikulum yang dipergunakan relevan terkait dengan kebutuhan dan tuntutan pendidikan adalah suatu proses atau sistem pengelolaan Manajemen pendidikan sebagai suatu proses atau sistem organisasi dan peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan. Kegiatan pengelolaan pada suatu sistem pendidikan bertujuan untuk keterlaksanaan proses belajar mengajar yang baik, yang mencakup Program kurikulum yang meliputi administrasi kurikulum, metode penyampaian, sistem evaluasi, sistem bimbingan. Program ketenagaan Program pengadaan dan pemeliharaan fasilitas dan alat-alat pendidikan. Program pembiayaan. Program hubungan dengan Fungsi Manajemen Pendidikan Manajemen dalam pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut Perencanaan PlanningFungsi paling awal dari semua menejemen. Perencanaan adalah proses kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untyuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi. Dengan adanya perencaan, fungsi manajemen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus meliputi beberapa aspek, diantaranya apa yang akan dilakukan , kapan dilakukan, dimana akan dilakukan, bagaimana cara melakaukanya, apa saja yang dibutuhkan agar tercapai tujuan dengan maksimal. Pengorganisasian OrganizingDi dalam sistem menajemen pengorganisasian adalah lanjutan daro fungsi perencanaan. Bagi suatu lembaga atau organisasi, pengorganisasian merupakan urat nadi organisasi. Oleh sebab itu kenerlangsungan organisasai atau lembaga sangat dipengaruhi pengorganisasian. Pengorganisasian menurut Heidjarachaman Ranupandjo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab , serta wewenang diantara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif. Penggerakan ActuatingPenggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Penggerakan merupakan usaha untuk mengarahkan atau menggerakan tenaga kerja atau man power dan mendayagunakan fasilitas yang tersedia guna melaksanakan pekerjaan secara bersamaan. Fungsi ini memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi. PengawasanPengawasaan merupakan kegiatan untuk mengamati dan mengukur segala kegiatan operasi dan pencapaian hasil dengan membandingkan standar yang terlihat dalam rencana sebelumnya. Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan pemahaman sebagaimana dikemukakan di atas, nampak bahwa salah satu fungsi penting dari lembaga dan manajemen pendidikan adalah berkaitan dengan proses pembelajaran, hal ini mencakup dari mulai aspek persiapan sampai dengan evaluasi untuk melihat kualitas dari suatu proses tersebut, dalam hubungan ini Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang melakukan kegiatan/proses pembelajaran jelas perlu mengelola kegiatan tersebut dengan baik karena proses belajar mengajar ini merupakan kegiatan utama dari suatu sekolah Hoy dan Miskel 2001. Dengan demikian nampak bahwa Guru sebagai tenaga pendidik merupakan faktor penting dalam manajemen pendidikan, sebab inti dari proses pendidikan di sekolah pada dasarnya adalah guru, karena keterlibatannya yang langsung pada kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidik dalam suatu lembaga pendidikan akan menentukan bagaimana kontribusinya bagi pencapaian tujuan, dan kinerja guru merupakan sesuatu yang harus mendapat perhatian dari fihak manajemen pendidikan di sekolah agar dapat terus berkembang dan meningkat kompetensinya dan dengan peningkatan tersebut kinerja merekapun akan meningkat, sehingga akan memberikan berpengaruh pada peningkatan kualitas pendidikan sejalan dengan tuntutan perkembangan global dewasa ini. BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanSecara etimologi, lembaga adalah asal sesuatu, acuan, sesuatu, sesuatu yang memberi bentuk pada yang lain, badan atau organisasi yang bertujuan mengadakan suatu penelitian keilmuan atau melakukan sesuatu formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Lembaga Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lembaga pendidikan non formal adalah lembaga pendidikan yang disediakan bagi warga Negara yang tidak sempat mengikuti atau menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Dengan kata lain, lembaga pendidikan informal adalah sebuah lembaga pendidikan yang ruang lingkupnya lebih terarah pada keluarga dan Pendidikan merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan. Manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem pengelolaan sebagai suatu proses atau sistem organisasi dan peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan. Kegiatan pengelolaan pada suatu sistem pendidikan bertujuan untuk keterlaksanaan proses belajar mengajar yang dan pendidikan adalah suatu hal yang memiliki keterkaitan. Dengan potensi manusia yang ada dalam diri masing-masing, potensi ini haruslah dikembangkan oleh manusia yang mau tak mau harus berhubungan dengan apa yang dikatakan sebagai pendidikan, karena jika manusia tidak mau mendapatkan pendidikan, maka status kemanusiaan manusia tersebut perlu diragukan. Pendidikan seharusnya dapat menjadikan manusia sebagai makhluk yang merdeka pemikirannya, makhluk yang tahu atas apa tujuan hidupnya dan makhluk yang tahu harus melakukan apa untuk mengembangkan dirinya. Manusia sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi di lingkungan sekitarnya haruslah menjadikan pendidikan sebagai salah satu unsur penting didalamnya. Manusia dan pendidikan adalah suatu hal yang tidak mungkin berdiri sendiri. Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan penyempurnaan sebagai manusia melalui pendidikan, dan kebutuhan untuk mengembangkan dirinya melalui upaya yang terus menerus menggali potensi dengan proses mendidik diri. B. Saran Pendidikan harus diberikan kepada setiap manusia agar manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya dengan seoptimal mungkin sehingga manusia dapat hidup secara merdeka dalam kehidupan sosial. Manusia tidak memperoleh berbagai kemampuan dengan sendirinya, melainkan perlu proses pengajaran, latihan, bimbingan, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya yang disebut dengan proses pendidikan. Pendidikan dengan tujuan kecerdasan intelektual serta pendidikan untuk kecakapan moral seseorang sebaiknya dapat diberikan dengan beriringan agar pengaplikasian kemampuan intelektual orang tersebut dapat dilakukan dengan semestinya tanpa mencederai hak-hak orang PUSTAKADrs. Moh. Roqib, M. Ag dan Nurfuadi, M. Pd. I, Kepribadian Guru, STAIN Purwokerto, Yogyakarta; Arikunto dan Lia Yuliana, Yogyakarta Aditiya Media, 2009Dr. Hj. Binti Maunah, M. Pd. I, Ilmu Pendidikan, Sukses offset, Yogyakarta; 2009Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta; 1999 Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta Rineka Sardjana. 2010. Pengembangan Ilmu Manajemen Pendidikan. Diakses dari Alhamdulillahpuji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat”. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan atas junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan sekalian
75% found this document useful 4 votes5K views19 pagesOriginal TitleMAKALAH LEMBAGA PENDIDIKANCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?75% found this document useful 4 votes5K views19 pagesMakalah Lembaga PendidikanOriginal TitleMAKALAH LEMBAGA PENDIDIKANJump to Page You are on page 1of 19 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 17 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.Karenaberkat, rahmat, dan taufik-Nya Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “FUNGSI DAN PERAN ADVOKAT di bawah naungan peradi yang berbentuk yayasan pendidikan advokat atau lembaga pendidikan advokat di pusat, karena kita berharap kedepan, bahwa advokat-advokat yang tua dan tidak menjalankan lagi profesi sebagai advokat dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik,kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah danmasyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Denganmemperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongandari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan anak. Ketiga lembaga pendidikan, yaitu lembaga pendidikan keluarga, lembaga pendidikan sekolah dan lembaga pendidikan masyarakat mempunyai tanggung jawab dan peranan masing-masing dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan yaitu pendewasaan diri manusia. B. Rumusan Masalah a. Apakah pengertian dari lingkungan dan lembaga pendidikan? b. Apa saja fungsi dan peran lembaga pendidikan? c. Apa saja bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan? d. Apa saja bentuk-bentuk lembaga pendidikan? C. Tujuan Penulisan a. Untuk mengetahui pengertian lingkungan dan lembaga pendidikan. b. Untuk mengetahui fungsi dan peran lembaga pendidikan. c. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan. d. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lembaga pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan. Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. B. Fungsi dan Peranan Lembaga Pendidikan Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya. 1. Lembaga Pendidikan Keluarga Sebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Tugas keluarga adalah sarana untuk meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara baik. a. Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga 1. Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak Pengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya, khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebab pengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya. 2. Menjamin Kehidupan Emosional Anak 3 hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah 1. Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih. 2. Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita. 3. Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. 3. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral Seperti pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Anak akan selalu berusaha menirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. 4. Memberikan Dasar Pendidikan Sosial Keluarga merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar. 5. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan Masa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasar keagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikan pengaruh besar kepada anak. 2. Lembaga Pendidikan Sekolah Akibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlah tugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikan formal. Sekolah menjadi produsen penghasil individu yang berkemampuan secara intelektual dan skill. a. Fungsi dan Peranan Sekolah 1. Fungsi Lembaga Sekolah a. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik b. Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran c. Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua. d. Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu beradaptasi dengan masyarakat. e. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda. f. Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat. 2. Peranan Lembaga Sekolah a. Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan. b. Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah. 3. Tanggung Jawab Sekolah 1. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan yang berlaku. 2. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan. 3. Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya. c. Lembaga Pendidikan Masyarakat Masyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Masyarakat mempunyai peranan penting dalam upaya ikut serta menyelenggarakan pendidikan, karena membantu pengadaan sarana dan prasarana dan menyediakan lapangan kerja. Partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut 1. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah 2. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop out 3. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendek 4. Peserta tidak perlu homogen 5. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis 6. Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus 7. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhan C. Bentuk-Bentuk Lingkungan Pendidikan Pada dasarnya lingkungan pendidikan mencakup a. Tempat Lingkungan Fisik Contohnya keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam. b. Kebudayaan Lingkungan Budaya Contohnya dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan. c. Kelompok hidup bersama Lingkungan sosial atau masyarakat Contohnya keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan. Adapun definisi lain dari bentuk-bentuk lingkungan pendidikan yaitu ada lingkungan pendidikan formal dan ada lingkungan pendidikan non formal. Contohnya sebagai mana berikut ini 1. Lingkungan keluarga Dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas disebutkan bahwa keluarga merupakan bagian dari lingkungan pendidikan informal/ non formal. Selain itu keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah. Oleh karena itu, keluarga mesti menciptakan suasana yang edukatif sehingga anak didiknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia sebagaimana tujuan dalam pendidikan. 2. Lingkungan sekolah Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal, sekaligus membentuk kepribadian anak didik yang tujuannya untuk mencapai 3 faktor yaitu aspek kognitif, afektif, psikomotorik. 3. Lingkungan Masyarakat Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah pendidikan nonformal yang dibedakan dari pendidikan di keluarga dan di sekolah. Bertujuan sebagai penambah atau pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat memiliki peranan yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peranan masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelengglarakan pendidikan non pemerintah swasta dan yang lainnya. Tripusat pendidikan Keluarga, Sekolah, Masyarakat saling berhubungan dan berpengaruh. Keterkaitan ketiga pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat masing-masing memiliki fingsi tersendiri dengan satu tujuan yaitu menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara optimal, untul mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya, berjatidiri, memiliki integritas, dan martabat. Agar fungsi pendidikan dapat tercapai dengan baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggariskan peran serta masyarakat dalam pendidikan. C. Bentuk-Bentuk Lembaga Pendidikan 1. Lembaga pendidikan keluarga Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak-anak mendapatkan bimbingan dan paling banyak memperoleh pendidikan 2. Lembaga pendidikan sekolah Yang dimaksud dengan pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh secara teratur, sisitematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas. 3. Lembaga pendidikan di masyarakat Masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Pendidikan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut a. Pendidikan diselenggarakan diluar sekolah b. Peserta didik perlu homogen c. Ada waktu belajar dan metode normal, serta evaluasi yang sisitematis d. Isi pendidikan bersifat prakti dan khusus BAB III KESIMPULAN Dalam sistem pendidikan nasional pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial, susila dan religius. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu MAKALAH Makalah Peran dan Fungsi Lembaga Pendidikan Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas mata pelajaran Sosiologi Disusun Oleh Acep Mariana Adam Ramadhan Anto Adianto Dede Usman Hermansyah Marni Maryani Randi Silvia Oktaviani DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan B. Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan 1. Lembaga Pendidikan Keluarga 2 Lembaga Pendidikan Sekolah Pendidikan Masyarakat C. Bentuk-Bentuk Lingkungan Pendidikan 1. Lingkungan Keluarga 2. Lingkungan Sekolah 3. Lingkungan Masyarakat D. Bentuk-Bentuk Lembaga Pendidikan 1. Lembaga Pendidikan Keluarga 2. Lembaga pendidikan Sekolah 3. Lembaga Pendidikan di Masyarakat BAB III PENUTUP Kesimpulan Daftar Pus KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena berkat Rahmat dan Hidayahnya kami dapat menyelesaikan Makalah ini . Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing dan pihak lainnya yang telah membantu dan banyak memberikan pengarahan dan bimbingan dalam pembuatan/penyusunan Makalah ini. Kami menyadari bahwa Makalah ini masih belum sempurna, Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar sempurnanya Makalah ini. Kami berharap Makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Karawang, Nopember 2013 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan B. Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan 1. Lembaga Pendidikan Keluarga 2 Lembaga Pendidikan Sekolah Pendidikan Masyarakat C. Bentuk-Bentuk Lingkungan Pendidikan 1. Lingkungan Keluarga 2. Lingkungan Sekolah 3. Lingkungan Masyarakat D. Bentuk-Bentuk Lembaga Pendidikan 1. Lembaga Pendidikan Keluarga 2. Lembaga pendidikan Sekolah 3. Lembaga Pendidikan di Masyarakat BAB III PENUTUP Kesimpulan Daftar Pustaka Daftar Pustaka Indonesiamemiliki Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau biasa disingkat LPTK yang memiliki fungsi, peranan, ruang lingkup, jenis-jenis tenaga kependidikan, serta tugas-tugas kependidikan yang diyakini akan membuat perubahan dalam pendidikan ke arah yang lebih maju sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
FUNGSIDAN PERAN KURIKULUM. BAB I. PENDAHULUAN. Penyelenggaraan system Pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih mengarah pada model pembelajaran yang di lakukan secara masal dan klaksikal, dengan berorientasi pada kuantitas agar mampu melayani sebanyak-banyaknya peserta didik, sehingga tidak dapat meng akomodir kebutuhan pesertaMAKALAH DASAR-DASAR ILMU PENDIDIKAN FUNGSI DAN PERANAN LEMBAGA PENDIDIKAN Dosen Pengampu Rusky, Di Susun Oleh Hobir Siti Romlatul Azizah Nur Fitria BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI BANGKALAN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pembuatan makalah yang dibuat untuk memenuhi tugas Persentasi Kelompok mata kuliah Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Kami menyadari dan meyakini bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kami sadari atau pun yang tidak kami sadari. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari makalah ini, agar di masa yang akan datang kami bisa membuat makalah yang lebih baik lagi. Namun begitu, meskipun makalah ini jauh dari kata sempurna kami berharap agar makalah ini sedikit banyaknya dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan makalah ini. Demikian sedikit kata pengantar dari kami atas perhatian para pembaca sekalian kami mengucapkan terima kasih. Bangkalan,29 Oktober 2013 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………… i DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………………. ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………………………………………….. 1 B. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………………………………. 1 C. Tujuan Penulisan ………………………………………………………………………………………………………… 1 BAB II PEMBAHASAN A. Lembaga Pendidikan Keluarga ………………………………………………………..………………………………… 2 1. Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan ……………………………………………………………………………. 2 2. Tanggung Jawab Keluarga …………………………………………………………..……………………………………… 2 B. Lembaga pendidikan Sekolah ………………………………………………………………………………………… 3 1. Tanggung Jawab Sekolah …………………………………………………………….……………………..………………. 3 2. Sifat-Sifat Lembaga Pendidikan Sekolah ………………………………………..…………………………………….. 3 3. Fungsi dan Peranan Sekolah …………………………………………………………………………………….…………. 3 4. Macam-Macam Sekolah ………………………………………………………………………………………….……..…… 4 5. Sumbangan Khas Sekolah Sebagai Lembaga …………………………………………………..…………………….. 5 C. Lembaga Pendidikan di Masyarakat …………………………………………………………………………………….. 5 1. Beberapa Istilah Jalur Pendidikan Luar sekolah .…………………………………………..……………..……….. 5 2. Sasaran Pendidikan Non Formal …………… ……………………………………..…………………………………….. 5 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………………. 6 B. Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………………………………… 7 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah. Karenanya Pendidikan harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan anak. B. Rumusan Masalah a. Apa saja fungsi dan peranan lembaga-lembaga pendidikan keluarga ? b. Apa saja fungsi dan peranan lembaga-lembaga pendidikan sekolah ? c. Apa saja Istilah Jalur serta sasaran pendidikan Luar Sekolah C. Tujuan Penulisan Untuk mengetahui fungsi dan peranan lembaga pendidikan keluarga. Untuk mengetahui fungsi dan peranan lembaga pendidikan keluarga. Untuk mengetahui Istilah Jalur serta sasaran pendidikan Luar Sekolah BAB II PEMBAHASAN A. Lembaga Pendidikan Keluarga Sebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anakagar anak dapat berkembang secara baik. 1. Fungsi dan Peranan Pendidikan Pengalaman pertama masa kanak-kanak Pengalaman ini merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan berikutnya, khususnya dalam perkembangan pribadinya. Kehidupan keluarga sangat penting, sebab pengalaman masa kanak-kanak akan memberi warna pada perkembangan selanjutnya. Menjamin Kehidupan Emosional Anak 3hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah 1. Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih. 2. Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita. 3. Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktifitasnya sehari- hari. Menambah dasar pendidikan moral Anak akan selalu berusaha menirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik. Misalnya dengan dengan mengajarkan tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. Memberikan dasar pendidikan social Keluarga merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak. Misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar. Peletakan dasar-dasar keagamaan Masa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasar keagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikan pengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masuk rumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak. 2. Tanggung Jawab Keluarga Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya. Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan Negara. Memelihara membesarkan anak. Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga bila ia telah dewasa akan mampu mandiri. B. Lembaga Pendidikan Sekolah Yang di maksud dengan pendidikan sekolah disini adalah pendidikan yang di peroleh seseorang secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi . Beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut. Pendidikan diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang yang memiliki hubungan hierarkis. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relative homogen. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban tentang kebutuhan dimasa yang akan datang. 1. Tanggung Jawab sekolah Sebagai peendidikan yang bersifat formal, sekolah menerima fungsi pendidikan berdasarkan asas tanggung jawab berikut. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengtan fungsi dan tujuan yang ditetapakan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi,, tujuan dan tingkat pendidikan yang di percayakan kepadanya oleh masyarakat dan bangsa. Tanggung jawab fungsional, ialah tanggung jawab professional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan –ketentuan jabatannya. 2. Sifat-Sifat Lembaga Pendidikan Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah pendidikan keluarga, bersifat formal namun tidak kodrati. Dari kenyataan-kenyataan tersebut, sifat-sifat pendidikan sekolah tersebut adalah sebagai berikut. Tumbuh sesudah keluarga pendidikan kedua . Lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan yang tidak bersifat kodrati. 3. Fungsi dan Peranan Sekolah Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarga. Peranan sekolah dengan melalui kurikulum , antara lain sebagai berikut. Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan. Tempat anak didik belajar menaati peraturan-peraturan sekolah. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Sedangkan fungsi sekolah sebagaimana diperinci oleh Suwarno dalam bukunya penghantar umum pendidikan, adalah sebagai berikut. a. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik b. Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran c. Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua. d. Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu beradaptasi dengan masyarakat. e. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda. f. Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat. 4. Macam-Macam Sekolah Sekolah sebagai lembaga pendidikan sebagainya mempunyai banyak ragamnya,dalam hal ini tergantung dari segi mana melihatnya. a. Ditinjau dari Segi yang Mengusahakan Sekolah negeri, yaitu sekolah yang di usahakan oleh pemerintah, baik dari segi pengadaan fasilitas, keuangan maupun pengadaan tenaga pengajar. Sekolah swasta, yaitu sekolah yang di usahakan oleh selain pemerintah, yaitu badan-badan swata. b. Ditinjau dari Sudut Tingkat Pendidikan Dasar. Terdiri dariSekolah Dasar / Madrasah ibtidaiyah SMP / MTs Pendidikan Menengah, terdiri dariSMK dan MA SMK dan MAK Pendidikan Tinggi, terdiri dariAkademi Institut Sekolah tinggi Universitas c. Ditinjau dari Sifatnya Sekolah Umum Sekolah umum adalah sekolah yang belum mempersiapkan anak dalam spesialisasi pada bidang pekerjakan tertentu, seperti SD/MI, SMP / MTs, SMA / MA. Sekolah Kejuruan Sekolah kejuruan adalah lembaga pendidikan sekolah yang mempersiapkan anak untuk menguasai keahlian-keahlian tertentu, seperti SMEA, MAPK, MAK, SMKK, STM dan lain sebagainya. 5. Sumbangan Khas Sekolah Sebagai Lembaga Penididikan Berikut ini di kemukakan beberapa sumbangan sekolah bagi pendidikan anak. Sekolah melaksanakan tugas mendidik maupun mengajar anak, serta memperbaiki, memperluas tingkah laku si anak didik yang dibawa dari keluarga. Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menj adi pribadi yang dewasa susila, Sekolah mendidik maupun mengajar anak didik menerima dan memiliki kebudayaan bangsa. Lewat bidang pengajaran, sekolah membantu anak didik mengembangkan kamampuan intelektual dan keterampilan kerja, sehingga anak didik memiliki keahlian untuk bekerja dan ikut membangun bangsa dan Negara. C. Lembaga Pendidikan di Masyarakat Masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menempati suatu daerah. Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Dengan demikian tampaknya, berarti pengaruh pendidikan tersebut sangat berpengaruh. Ciri-ciri pendidikana non formal yang bersifat fungsional dan praktis adalah sebagai berikut. Pendidikan diselenggaran dengan sengaja di luar sekolah. Peserta umumnya mereka yang sudah tidak bersekolah atau drop out. Pendidikan tidak mengenal jenjang, dan program pendidikan untuk waktu jangka pendek. Peserta tidak perlu homogen. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sitematis. Isi pendidikan bersifat peraktis dan khusus. 7. Keterampilan kerja sangat di tentukan sebagai jawaban terhadap kebutuhan meningkatkan taraf hidup. 1. Beberapa Istilah Jalur pendidikan Luar Sekolah Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat memiliki beberapa istilah di dalam kerangka pelaksanaan pendidikannya, sebagai berikut a. Pendidikan Sosial, diusahakan dengan sengaja di dalam masyarakat. b. Pendidikan Masyarakat, ditujukan kepada orang dewasa, termasuk pemuda di luar batas umur tertinggi kewajiban belajar. c. Pendidikan Rakyat, tindakan-tindakan atau pengaruh yang kadang-kadang mengenai seluruh rakyat, khususnya rakyat lapisan bawah. d. Pendidikan Luar Sekolah, disebut juga out of school education, dilakukan di luar sistem persekolahan biasa. e. Mass Education, ditujukan kepada orang dewasa di luar lingkungan sekolah, bertujuan memberikan kecakapan tulis dan pengetahuan dan kebutuhan hidup sekitarnya. f. Adult Education, pendidikan untuk orang dewasa yang mengambil umur batas tertinggi dari masa kewajiban belajar. g. Extension Education, salah satu bentuk adult education, khusus dikelola oleh perguruan tinggi untuk menyahuti hasrat masyarakat yang ingin masuk dunia universitas, misalnya Universitas Terbuka. h. Fundamental Education, bertujuan membantu masyarakat untuk mencapai kemajuan sosial ekonomi, agar mendapat posisi yang layak. 2. Sasaran Pendidikan Non Formal a. Para Buruh dan Petani Ini merupakan golongan terbesar dari masyarakat, mereka dengan pendidikan yang sangat rendah atau tanpa pendidikan sama sekali. Mereka inilah yang sangat membutuhkan program baca tulis secara fungsional functional literacy. b. Para Remaja Putus Sekolah Golongan remaja yang menganggut karena tidak mendapat pendidikan keterampilan atau under employed, disebabkan kurangnya bakat dan kemampuan. c. Para Pekerja yang Berketerampilan Program pendidikan yang diberikan hendaknya bersifat kejuruan dan teknik, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki. d. Golongan Teknisi dan Profesional Umunya golongan ini menduduki posisi-posisi penting dalam masyarakat, karena itu kemajuan masyarakat banyak tergantung pada golongan ini sehingga mereka perlu memperbaharui dan menambah pengetahuan dan keterampilannya. e. Para Pemimpin Masyarakat Karena tuntutan masyarakat untuk mampu mensintesakan pengetahuan dari berbagai macam profesi/keahlian, pemimpin masyarakat harus belajar. Biasanya pengetahuan-pengetahuan ini tidak mereka peroleh dari pendidikan formal atau sekolah. f. Anggota Masyarakat yang Sudah Tua Karena perkembangan iptek, banyak hal yang belum diketahui oleh anggota masyarakat yang sudah tua. Oleh karena itu, pendidikan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mereka. BAB III KESIMPULAN Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial, susila dan religius. Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental. Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu. DAFTAR PUSTAKA Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta Raja Grafindo Persada. Darifungsi atau peran keluarga diatas, penulis melihat dari dekat dengan kondisi masyarakat saat ini.Apakah peran keluarga tersebut.Sudah terlaksana atau belum.Untuk itu penulis membatasi pembahasan makalah ini yaitu “Peran keluarga pada masyarakat berpenghasilan rendah dan berpenghasilan menengah. PEMBAHASAN 1. 0% found this document useful 1 vote427 views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 1 vote427 views5 pagesFungsi Dan Peran Lembaga PendidikanJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
dengankarakteristik seseorang, masalah-masalah perilaku organisasi merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya manusia yang penting.7 Dalam lembaga pendidikan, manajemen sumber daya manusia adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah sebagai sumber daya
BABIII. KESIMPULAN [/B] Jadi lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia, pertama, belajar di Mesjid dan surau karena selain tempat kegiatan ibadah juga mempunyai peran penting yaitu sebagai tempat belajar yang menjadi sarana pokok dan mutlak keperluannya bagi perkembngan msyarakat Islam. Bukan hanya mesjid dan surau saja, dari waktu kewaktu
.